Pemanfaatan Aplikasi Data Spasial untuk Manajemen Bencana Alam

Posted on 31/05/2011 by


Latar Belakang

Setiap daerah di Indonesia merupakan daerah yang rawan terhadap bencana. Oleh sebab itu, diperlukan manajemen pengelolaan bencana untuk dapat memetakan zona rawan bencana dengan membuat peta rawan bencana.  Hal ini harus dilakukan oleh tiap daerah sendiri mengingat yang memahami karakteristik wilayah adalah mereka yang ada di daerah tersebut. Zona rawan bencana ini akan membantu tiap daerah untuk memetakan lokasi rawan bencana sehingga sejak dini bisa mengetahui bahaya yang datang, sehingga lebih cepat merencanakan penanganan dalam kondisi gawat darurat, juga lebih mudah dalam menentukan jalur evakuasi atau pertolongan.

Aplikasi Geographic information System (GIS) sebagai salah satu komponen dalam pengambilan keputusan (Decision Support System), dapat diaplikasikan dalam bidang mitigasi bencana. Aplikasi dalam bidang mitigasi bencana  ini meliputi manajemen data spasial faktor faktor bencana dan pengembangan kriteria dalam memetakan potensi kerawanan bencana di suatu wilayah. Dengan demikian dapat dilakukan langkah antisipasi dalam mengurangi resiko bencana. Pemetaan potensi kerawanan bencana penting dilakukan mengingat cukup banyaknya bencana yang terjadi belakangan ini, baik bencana banjir, gempa, gunung api dan lain-lain.

Tujuan Pelatihan

Dalam pelatihan ini peserta akan mendapatkan pencerahan dan  bagaimana menggunakan teknologi Geographic information System (GIS) dalam proses pembuatan zona rawan bencana dalam bentuk peta bencana, yang akan bermanfaat bagi tiap daerah dalam pengambilan keputusan, khususnya berkaitan dengan perencanaan penanganan sejak dini terhadap bahaya bencana yang setiap saat bisa saja terjadi.

Objektif Pelatihan

Setelah workshop ini peserta akan memiliki kemampuan :

  1. Peserta memahami konsep GIS, untuk membuat pemetaan zona rawan bencana.
  2. Peserta dapat membuat kriteria-kriteria spasial sebagai dasar dalam menentukan potensi kerawanan bencana.
  3. Peserta dapat mengolah berbagai format data baik data spasial maupun non spasial dari berbagai sumber data, termasuk data GPS.
  4. Peserta dapat melakukan analisis spasial sehingga peserta dapat mengetahui potensi kerawanan bencana suatu wilayah.
  5. Peserta dapat menyajikan peta potensi kerawanan bencana.

Workshop ini ditujukan untuk para staf institusi dibagian :

  • Pemetaan, Tataruang, Perencanaan dan Pengembangan Potensi daerah yang sudah memiliki dasar kompetensi GIS.

Prasyarat :

  • Familiar bekerja menggunakan Komputer dan Aplikasi GIS.

Durasi

4 Hari

Materi

Silabus

Jadwal Pelatihan

21 – 24 Juni 2011

19 – 22 Juli 2011

02 – 05 Agustus 2011

20 – 23 September 2011

18 – 21 Oktober 2011

15 – 18 November 2011

13 – 16 Desember 2011

Biaya

Rp. 3.250.000,- / peserta

khusus untuk program InHouse Training (di tempat peserta)

Rp. 41.250.000,- (15 peserta)

Rp. 62.500.000,- (25 peserta)

*biaya belum termasuk biaya akomodasi selama training, yang akan disediakan panitia InHouse

Registrasi

Posted in: Training